Total Pageviews

Total Pageviews

Saturday, January 11, 2014

Perencanaan

PERENCANAAN


A.    Konsep Perencanaan Strategis
Sukses menjadi visi yang  jelas bagi para manajer dalam menghadapi perubahan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan seluruh anggota organisasi dalam rangka mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Dalam hal ini seorang manajer memerlukan jenis perencanaan khusus yang disebut perencanaan strategis (perencanaan jangka panjang). Perencanaan strategis ini akan digunakan untuk menentukan misi utama organisasi dan membagi-bagi sumber daya yang diperlukan untuk mencapainya.
Pengertian dari perencanaan sendiri adalah adalah suatu cara atau langkah tentang apa yang akan dilakukan dan dilaksanakan oleh seseorang atau suatu organisasi mengenai suatu hal akan dilakukan dan dicapai pada masa yang akan datang.
Sedangkan strategi adalah suatu cara yang dilakukan oleh seseorang atau suatu organisasi untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan dengan menggunakan sumber daya yang dimiliki.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan strategi atau arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya (termasuk modal dan sumber daya manusia) untuk mencapai tujuan dari organisasi tersebut.
Perencanaan strategis menurut Abe (2001, 43) dalam http://intranet.ugm.ac.id/~a-djunaedi/ dalam http://blog.unsri.ac.id/amrullah/ adalah tidak lain dari susunan (rumusan) sistematik mengenai langkah (tindakan-tindakan) yang akan dilakukan di masa depan, dengan didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang seksama atas potensi, faktor-faktor eksternal dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam pengertian ini, termuat hal-hal yang merupakan prinsip perencanaan, yakni :
a.         Apa yang akan dilakukan, yang merupakan jabaran dari visi dan misi
b.        Bagaimana mencapai hal tersebut
c.         Siapa yang akan melakukan
d.        Lokasi aktivitas
e.         Kapan akan dilakukan, berapa lama
f.         Sumber daya yang dibutuhkan.
Dengan adanya perencanaan strategis ini maka konsepsi perusahaan menjadi lebih jelas sehingga akan memudahkan dalam memformulasikan sasaran serta rencan-rencana lain dan dapat mengarahkan sumber-sumber organisasi secara efektif. Sehingga dapat dikatakan bahwa perencanaan strategis dapat menentukan keberhasilan organisasi atau perusahaan, hal ini disebabkan karena :
1.      Perencanaan strategi merupakan tipe perencanaan yang terpenting
2.      Melakukan perencanaan strategi berarti menentukan misi organisasi secara jelas
3.      Perencanaan strategi memungkinkan manajer mempersiapkan diri terhadap kemungkinan terjadinya perubahan pada lingkungan organisasinya.
Contoh Perencanaan Strategis
Dalam anajemen koperasi perencanaan strategis adalah pengambilan keputusan saat ini untuk koperasi yang akan dilakukan pada masa datang. Pengambilan keputusan dalam organisasi Koperasi Indonesia harus mempertimbangka Sumber daya, kondisi saat ini serta peramalan terhadap keadaan yang mempengaruhi koperasi di masa yang akan datang.  Untuk melakukan perencanaan strategis dalam koperasi maka pengurus koperasi harus memperhatikan 4 aspek penting yaitu masa depan dan peramalanya, aspek lingkungan baik internal atau eksternal, target ke depan dan terakhir strategi untuk pencapaian target. Organisasi Koperasi secara kelembagaan harus mempunyai perangkat organisasi koperasi yang menjadi sarana dalam pencapaian tujuan koperasi. Perangkat fundamental dalam perencanaan strategis yang kemudian menjadi kelengkapan organisasi yang wajib ada adalah parameter-parameter idialisme dasar seperti; visi, misi, goal, objektif. Untuk mempercepat percapaian Renstra koperasi diperlukan spesific ( kekhususan), measurable ( terukur), achieveable ( dapat dicapai), rationable ( rasional, dapat dipahami), timebound ( ada limit/batas waktu)
Renstra koperasi pertama kali kita rumuskan dengan 3 menjawab pertanyaan mendasar:
1. Di mana koperasi kita saat ini berada, dan akan kemana arahan koperasi kita?
2. Ke mana tujuan koperasi kita, ingin pergi kemana koperasi kita.?
3. Bagaimana atau dengan apa koperasi kita pergi atau mencapai tujuan tersebut?
Setelah  berhasil mejawab ke 3 pertanyaan di atas maka dilakukan evaluasi organisasi koperasi dengan menggunakan Analisa SWOT.  secara terperici tahapan menyusun Renstra koperasi adalah sebagai berikut :
1.          Melakukan Analisa SWOT untuk koperasi.  Perumusan SWOT ditujukan sebagai dasar pembuatan strategi. Analisa SWOT adalah pola evaluasi yang mengklasifikasikan kondisi koperasi dengen SWOT yaitu Streght ( Kekuatan) Weakness ( Kelemahan koperasi Kita ) Oportunity ( Peluang Koperasi kita) dan Threat ( ancaman pada Koperasi ) . Pengurus harus mengkalsifikasikan hal-hal di atas menjadi sebuah tabel yang kemudian dijadikan dasar sebagai pengambilan keputusan dalam renstra koperasi. Seorang pengurus koperasi harus paham betul kondisi koperasinya. Pengurus harus mampu melakukan forecasting atau peramalan kondisi ke depan. Dari forecasting ini kemudian dirumuskan asumsi-asumsi yang relevan. Dari pemetaan kondisi dan permasalahan inilah kemudian dirumuskan analisi SWOT Koperasi. Proses pertama yang harus dilakukan adalah evaluasi diri, dari sini akan ditemukan "strengths" dan weaknesses serta sumber daya organisasi. Kemudian analisa kondisi eksternal, seperti kondisi pasar, social, ekonomi dan budaya akan meminculkan opportunities dan threats
2.          Menentukan target Koperasi. Setelah analis SWOT koperasi selesai dilakukan langkah berikutnya adalah menntukan target.  Fase ini merupakan salah satu bagian terpenting dari penyusunan strategi koperasi. Target ini diperoleh dari proses telaah realistis terhadap analisa SWOT yang telah ditentukan sebelumnya dan target koperasi harus diyakini oleh seluruh komponen organisasi koperasi, bahwa koperasi mampu mencapainya. Perumusan strategi koperasi. Fase ini adalah upaya penyusunan siasat untuk menyelesaikan permasalahan koperasi sekaligus cara untuk pencapaian target koperasi.
Hasil Renstra Koperasi biasanya berupa Garis-Garis Besar Program Kerja ( GBPK ) Koperasi yang juga harus disertai dengan Perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belenja Koperasi ( APBK) hasil perumusan Renstra akan dibaha dan Disahakan di RAT Koperas

B.     Konsep Perencanaan Taktis
Perencanaan taktis adalah keterlibatan terus-menerus para manajer dan karyawan inti untuk menghasilkan rencana bagi keseluruhan organisasi maupun unit-unit individual mereka. Tujuannya adalah memastikan bahwa performa organisasional untuk membuahkan hasil jangka pendek konsisten dengan arah strategis organisasi serta memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia seefektif mungkin. Perencanaan ini penting karena:
1.         Menerjemahkan pemikiran strategis dan perencanaan jangka panjang menjadi hasil-hasil khusus yang dapat diukur
2.         Menekankan perencanaan tim sehingga anggota peserta ikut merasa memiliki rencana itu dan hasil-hasil yang diproyeksikannya
3.         Merupakan sarana untuk melaksanakan rencana jangka pendek dan memastikan pemahaman dan komitmen terhadap rencana itu
4.         Berbeda dengan pemikiran strategis dan perencanaan jangka panjang karena bersifat amat analitis, dengan penekanan pada pengambilan putusan berdasarkan data
5.         Lebih terfokus pada intern organisasi di samping lebih spesifik dan lebih rinci dibandingkan pemikiran strategis dan perencanaan jangka panjang
6.         Biasanya mempunyai rentang waktu satu tahun walaupun mendukung arah ke masa depan
7.         Dapat digunakan sebagai proses terus-menerus dalam menangani masalah atau kesempatan selain untuk menetapkan rencana tahunan
8.         Merupakan sumber informasi yang vital sebelum persiapan anggaran
9.         Dapat digunakan secara efektif oleh kontributor perorangan maupun oleh unit kerja, departemen, divisi, dan keseluruhan organisasi.
Perencanaan taktis adalah proses yang membantu untuk memburu kesempatan berharga, memperbaiki hasil kerja, menghindari atau meminimalkan kerugian, dan memberikan masukan berkelanjutan sehingga bisa mengambil tindakan perbaikan jika perlu.
Contoh Perencanaan Taktis


C.     Konsep Perencanaan Operasional
Perencanaan operasional diturunkan dari perencanaan taktis, mempunyai fokus yang lebih sempit, jangka waktu yang lebih pendek (kurang dari 1 tahun) dan melibatkan manajemen tingkat bawah.
Perencanaan operasional adalah perencanaan yang memusatkan perhatiannya pada operasi sekarang (jangka pendek) dan terutama berkenaan dengan tujuan mencapai efisiensi.
Dalam melakukan perencanaan operasional maka diperlukan langkah-langkah tertentu. Langkah-langkah tersebut merupakan prosedur yang harus diikuti dalam setiap melakukan perencanaan, sebab tanpa prosedur tersebut maka kurang sempurna perencanaan tersebut
.
Ada 2 jenis rencana operasional:
1. Rencana Tunggal (sekali pakai)
Rencana tunggal adalah rencana yang dilakukan sekali pakai, sebagai contoh ketika perusahaan merencanakan ekspansi, pembuatan pabrik baru, penarikan tenaga kerja baru dan lainnya.
2. Rencana Standing
Rencana standing adalah rencana yang bisa dipakai berulang-ulang. Rencana standing bisa menghemat waktu dan tenaga karena rencana ini bisa diterapkan pada situasi yang sama.
Contoh Perencanaan Operasional
1. Program :
            -Rencana untuk mencapai tujuan organisasi yang dilaksanakan sekali
            -Memakan waktu beberapa tahun penyelesaian
            -Skala besar; dapat dikaitkan dengan sejumlah proyek         
            Contoh : membangun kantor pusat baru
                            mengubah kertas menjadi dokumen komputer
2. Proyek :
            -Sejumlah rencana unutk mencapai tujuan yang dilaksanakan sekali
            -Skala dan kompleksitas lebih kecil daripada program, jangka waktu lebih
            pendek
            -Sering merupakan satu bagian dari program yang lebih besar.
            Contoh : merenovasi kantor
                         menyiapkan jaringan internet perusahaan


Nama : Riski Yuliani

NIM    : 12101241041

No comments:

Post a Comment