PERENCANAAN
A.
Konsep Perencanaan
Strategis
Sukses
menjadi visi yang jelas bagi para
manajer dalam menghadapi perubahan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan seluruh
anggota organisasi dalam rangka mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Dalam
hal ini seorang manajer memerlukan jenis perencanaan khusus yang disebut
perencanaan strategis (perencanaan jangka panjang). Perencanaan strategis ini
akan digunakan untuk menentukan misi utama organisasi dan membagi-bagi sumber
daya yang diperlukan untuk mencapainya.
Pengertian dari perencanaan sendiri
adalah adalah suatu cara atau langkah tentang apa yang akan dilakukan dan
dilaksanakan oleh seseorang atau suatu organisasi mengenai suatu hal akan
dilakukan dan dicapai pada masa yang akan datang.
Sedangkan
strategi adalah suatu cara yang dilakukan oleh seseorang atau suatu organisasi
untuk dapat mencapai tujuan yang diinginkan dengan menggunakan sumber daya yang
dimiliki.
Dari
pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Perencanaan strategis adalah proses
yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan strategi atau arahan, serta
mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya (termasuk modal dan
sumber daya manusia) untuk mencapai tujuan dari organisasi tersebut.
Perencanaan strategis menurut
Abe (2001, 43) dalam http://intranet.ugm.ac.id/~a-djunaedi/
dalam http://blog.unsri.ac.id/amrullah/
adalah tidak lain dari susunan (rumusan) sistematik mengenai langkah (tindakan-tindakan)
yang akan dilakukan di masa depan, dengan didasarkan pada
pertimbangan-pertimbangan yang seksama atas potensi, faktor-faktor eksternal
dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka mencapai suatu tujuan
tertentu. Dalam pengertian ini, termuat hal-hal yang merupakan prinsip
perencanaan, yakni :
a.
Apa yang akan
dilakukan, yang merupakan jabaran dari visi dan misi
b.
Bagaimana mencapai hal
tersebut
c.
Siapa yang akan
melakukan
d.
Lokasi aktivitas
e.
Kapan akan dilakukan,
berapa lama
f.
Sumber daya yang
dibutuhkan.
Dengan
adanya perencanaan strategis ini maka konsepsi perusahaan menjadi lebih jelas
sehingga akan memudahkan dalam memformulasikan sasaran serta rencan-rencana
lain dan dapat mengarahkan sumber-sumber organisasi secara efektif. Sehingga
dapat dikatakan bahwa perencanaan strategis dapat menentukan keberhasilan
organisasi atau perusahaan, hal ini disebabkan karena :
1. Perencanaan
strategi merupakan tipe perencanaan yang terpenting
2. Melakukan
perencanaan strategi berarti menentukan misi organisasi secara jelas
3. Perencanaan
strategi memungkinkan manajer mempersiapkan diri terhadap kemungkinan
terjadinya perubahan pada lingkungan organisasinya.
Contoh Perencanaan Strategis
Dalam anajemen koperasi perencanaan strategis
adalah pengambilan keputusan saat ini untuk koperasi yang akan dilakukan pada
masa datang. Pengambilan keputusan dalam organisasi Koperasi Indonesia harus
mempertimbangka Sumber daya, kondisi saat ini serta peramalan terhadap keadaan
yang mempengaruhi koperasi di masa yang akan datang. Untuk melakukan perencanaan strategis dalam
koperasi maka pengurus koperasi harus
memperhatikan 4 aspek penting yaitu masa depan dan peramalanya, aspek lingkungan
baik internal atau eksternal, target ke depan dan terakhir strategi untuk
pencapaian target. Organisasi Koperasi secara kelembagaan harus mempunyai perangkat
organisasi koperasi yang
menjadi sarana dalam pencapaian tujuan koperasi. Perangkat fundamental dalam
perencanaan strategis yang kemudian menjadi kelengkapan organisasi yang wajib
ada adalah parameter-parameter idialisme dasar seperti; visi, misi, goal,
objektif. Untuk mempercepat percapaian Renstra koperasi diperlukan spesific (
kekhususan), measurable ( terukur), achieveable ( dapat dicapai), rationable (
rasional, dapat dipahami), timebound ( ada limit/batas waktu)
Renstra koperasi
pertama kali kita rumuskan dengan 3 menjawab pertanyaan mendasar:
1. Di mana koperasi kita saat ini berada, dan akan kemana arahan koperasi kita?
2. Ke mana tujuan koperasi kita, ingin pergi kemana koperasi kita.?
3. Bagaimana atau dengan apa koperasi kita pergi atau mencapai tujuan tersebut?
Setelah berhasil mejawab ke 3 pertanyaan di atas maka dilakukan evaluasi organisasi koperasi dengan menggunakan Analisa SWOT. secara terperici tahapan menyusun Renstra koperasi adalah sebagai berikut :
1. Di mana koperasi kita saat ini berada, dan akan kemana arahan koperasi kita?
2. Ke mana tujuan koperasi kita, ingin pergi kemana koperasi kita.?
3. Bagaimana atau dengan apa koperasi kita pergi atau mencapai tujuan tersebut?
Setelah berhasil mejawab ke 3 pertanyaan di atas maka dilakukan evaluasi organisasi koperasi dengan menggunakan Analisa SWOT. secara terperici tahapan menyusun Renstra koperasi adalah sebagai berikut :
1.
Melakukan Analisa SWOT
untuk koperasi. Perumusan SWOT ditujukan
sebagai dasar pembuatan strategi. Analisa SWOT adalah pola evaluasi yang
mengklasifikasikan kondisi koperasi dengen SWOT yaitu Streght ( Kekuatan) Weakness (
Kelemahan koperasi Kita ) Oportunity (
Peluang Koperasi kita) dan Threat (
ancaman pada Koperasi ) . Pengurus harus mengkalsifikasikan hal-hal di atas
menjadi sebuah tabel yang kemudian dijadikan dasar sebagai pengambilan keputusan
dalam renstra koperasi. Seorang pengurus koperasi harus paham betul kondisi
koperasinya. Pengurus harus mampu melakukan forecasting
atau peramalan kondisi ke depan. Dari forecasting
ini kemudian dirumuskan asumsi-asumsi yang relevan. Dari pemetaan kondisi dan
permasalahan inilah kemudian dirumuskan analisi SWOT Koperasi. Proses pertama
yang harus dilakukan adalah evaluasi diri, dari sini akan ditemukan "strengths" dan weaknesses serta sumber daya organisasi. Kemudian analisa kondisi
eksternal, seperti kondisi pasar, social, ekonomi dan budaya akan meminculkan opportunities dan threats
2.
Menentukan target
Koperasi. Setelah analis SWOT koperasi selesai dilakukan langkah berikutnya
adalah menntukan target. Fase ini
merupakan salah satu bagian terpenting dari penyusunan strategi koperasi.
Target ini diperoleh dari proses telaah realistis terhadap analisa SWOT yang
telah ditentukan sebelumnya dan target koperasi harus diyakini oleh seluruh
komponen organisasi koperasi, bahwa koperasi mampu mencapainya. Perumusan strategi
koperasi. Fase ini adalah upaya
penyusunan siasat untuk menyelesaikan permasalahan koperasi sekaligus cara untuk
pencapaian target koperasi.
Hasil
Renstra Koperasi biasanya berupa Garis-Garis Besar Program Kerja ( GBPK )
Koperasi yang juga harus disertai dengan Perencanaan Anggaran Pendapatan dan
Belenja Koperasi ( APBK) hasil perumusan Renstra akan dibaha dan Disahakan di
RAT Koperas
B.
Konsep Perencanaan
Taktis
Perencanaan taktis adalah keterlibatan terus-menerus
para manajer dan karyawan inti untuk menghasilkan rencana bagi keseluruhan
organisasi maupun unit-unit individual mereka. Tujuannya adalah memastikan
bahwa performa organisasional untuk membuahkan hasil jangka pendek
konsisten dengan arah strategis organisasi serta memanfaatkan sumber-sumber
yang tersedia seefektif mungkin. Perencanaan ini penting karena:
1.
Menerjemahkan pemikiran strategis
dan perencanaan jangka panjang menjadi hasil-hasil khusus yang dapat diukur
2.
Menekankan perencanaan tim sehingga
anggota peserta ikut merasa memiliki rencana itu dan hasil-hasil yang
diproyeksikannya
3.
Merupakan sarana untuk melaksanakan
rencana jangka pendek dan memastikan pemahaman dan komitmen terhadap rencana
itu
4.
Berbeda dengan pemikiran strategis
dan perencanaan jangka panjang karena bersifat amat analitis, dengan penekanan
pada pengambilan putusan berdasarkan data
5.
Lebih terfokus pada intern
organisasi di samping lebih spesifik dan lebih rinci dibandingkan pemikiran
strategis dan perencanaan jangka panjang
6.
Biasanya mempunyai rentang waktu
satu tahun walaupun mendukung arah ke masa depan
7.
Dapat digunakan sebagai proses
terus-menerus dalam menangani masalah atau kesempatan selain untuk menetapkan
rencana tahunan
8.
Merupakan sumber informasi yang
vital sebelum persiapan anggaran
9.
Dapat digunakan secara efektif oleh
kontributor perorangan maupun oleh unit kerja, departemen, divisi, dan
keseluruhan organisasi.
Perencanaan taktis
adalah proses yang membantu untuk memburu kesempatan berharga, memperbaiki
hasil kerja, menghindari atau meminimalkan kerugian, dan memberikan masukan
berkelanjutan sehingga bisa mengambil tindakan perbaikan jika perlu.
Contoh
Perencanaan Taktis
C. Konsep
Perencanaan Operasional
Perencanaan
operasional diturunkan dari perencanaan taktis, mempunyai fokus yang lebih
sempit, jangka waktu yang lebih pendek (kurang dari 1 tahun) dan melibatkan
manajemen tingkat bawah.
Perencanaan
operasional adalah perencanaan yang memusatkan perhatiannya pada operasi sekarang
(jangka pendek) dan terutama berkenaan dengan tujuan mencapai efisiensi.
Dalam melakukan perencanaan operasional maka diperlukan langkah-langkah tertentu. Langkah-langkah tersebut merupakan prosedur yang harus diikuti dalam setiap melakukan perencanaan, sebab tanpa prosedur tersebut maka kurang sempurna perencanaan tersebut.
Dalam melakukan perencanaan operasional maka diperlukan langkah-langkah tertentu. Langkah-langkah tersebut merupakan prosedur yang harus diikuti dalam setiap melakukan perencanaan, sebab tanpa prosedur tersebut maka kurang sempurna perencanaan tersebut.
Ada
2 jenis rencana operasional:
1. Rencana Tunggal
(sekali pakai)
Rencana tunggal adalah
rencana yang dilakukan sekali pakai, sebagai contoh ketika perusahaan
merencanakan ekspansi, pembuatan pabrik baru, penarikan tenaga kerja baru dan
lainnya.
2. Rencana Standing
Rencana standing adalah
rencana yang bisa dipakai berulang-ulang. Rencana standing bisa menghemat waktu
dan tenaga karena rencana ini bisa diterapkan pada situasi yang sama.
Contoh Perencanaan Operasional
1.
Program :
-Rencana
untuk mencapai tujuan organisasi yang dilaksanakan sekali
-Memakan
waktu beberapa tahun penyelesaian
-Skala
besar; dapat dikaitkan dengan sejumlah proyek
Contoh
: membangun
kantor pusat baru
mengubah kertas menjadi dokumen komputer
2. Proyek :
-Sejumlah
rencana unutk
mencapai tujuan yang
dilaksanakan sekali
-Skala
dan kompleksitas lebih kecil daripada program, jangka waktu lebih
pendek
-Sering
merupakan satu bagian dari program yang lebih besar.
Contoh
: merenovasi kantor
menyiapkan jaringan internet perusahaan
Nama
: Riski Yuliani
NIM : 12101241041
No comments:
Post a Comment