Total Pageviews

Total Pageviews

Saturday, January 11, 2014

Just Share, tugas kuliah semester I ILMU PENDIDIKAN

PESERTA DIDIK


       I.            Pengertian Peserta Didik
Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pendidikan.

    II.            Peserta Didik sebagai Pesona
Peserta didik adalah subyek yang otonom, memiliki motivasi, hasrat, ambisi, ekspresi, cita-cita, mampu merasakan kesedihan, bisa senang dan bisa marah, dan sebagainya.
Ciri khas peserta didik menurut Umar Tirtaraharja dan La Salulo (1994):
1)      Individu yang memiliki potensi fisik dan psikhis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik karena sejak lahir telah memiliki potensi-potensi yang berbeda dengan individu lain yang ingin dikembangkan dan diaktualisasikan
2)      Individu yang berkembang, yakni selalu ada perubahan dalam diri peserta didik secara wajar
3)      Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi, brarti bahwa manusia membutuhkan bantuan dan bimbingan dari pihak lain sesuai kodrat kemanusiaannya
4)      Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri, berarti bahwa dalam diri anak ada kecenderungan untuk memerdekakan diri.

 III.            Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik
1)      Pertumbuhan peserta didik diartikan sebagai bertambahnya tinggi badan, berat badan, semakin efektifnya fungsi-fungsi otot tubuh dan organ fisik, organ panca indera, kekekaran tubuh, dan lain-lain yang menyangkut kemajuan aspek fisik.
2)      Perkembangan diartikan sebagai semakin optimalnya kemajuan aspek psikhis peserta didik seperti kemampuan cipta, rasa, karsa, karya, kematangan pribadi, pengendalian emosi, kepekaan spiritualitas, keimanan dan ketaqwaan.
3)      Usia Perkembangan menurut Sutari Imam Barnadib :
a.       Usia kronologis
b.      Usia kejasmanian
c.       Usia anatomis
d.      Usia kejiwaan
e.       Usia pengalaman
4)      Tahap-Tahap Perkembangan Menurut Charlotte Buhler :
a.       Masa permulaan
b.      Masa penanjakan sampai kira-kira umur 25 tahun
c.       Masa puncak masa hidup, pada umur 25 sampai 50 tahun
d.      Masa penurunan dan menarik diri dari kehidupan masyarakat
e.       Masa akhir kehidupan
5)      Lima Asas Perkembangan Peserta Didik Menurut Sutari Imam Barnadib :
a.       Tubuhnya selalu berkembang sehingga semakin lama dapat menjadi alat untuk menyatakan kepribadiannya
b.      Anak dilahirkan dalam keadaan tidak berdaya, hal ini menyebabkan dia terikat kepada pertolongan orang dewasa yang bertanggung jawab
c.       Anak membutuhkan pertolongan dan perlindungan serta membutuhkan pendidikan untuk kesejahteraan anak didik
d.      Anak mempunyai daya berekspresi, yaitu kekuatan untuk menemukan hal-hal baru di dalam lingkungannya dan menuntut pendidik untuk memberi kesempatan kepadanya
e.        Anak mempunyai dorongan untuk mencapai emansipasi dengan orang lain
6)      Teori perkembangan peserta didik
a.       Nativisme yaitu teori yang berorientasi biologis secara klasik
b.      Empirisme yaitu teori yang berorientasi pengalaman
c.       Naturalisme yaitu teori yang menyatakan bahwa penentu perkembangan adalah alam
d.      Interaksionisme (konvergensi) yaitu teori yang berorientasi pada interaksi

 IV.            Teori Perkembangan Fisik Peserta Didik
Menurut Gasell dan Ames serta Illingsworth :
1)      Perkembangan fisik meliputi berat badan, tinggi badan termasuk perkembangan motorik
2)      Pengembangan fisik anak dalam pendidikan mencakup kekuatan, ketahanan, kecepatan, kecekatan, dan keseimbangan.
Delapan pola umum perkembangan motorik peserta didik
1)      Continuity (keberlanjutan), yaitu suatu perkembangan yang dimulai dari yang sederhana ke arah yang lebih kompleks sejalan dengan bertambahnya usia anak
2)      Uniform sequence (kesamaan tahapan), yakni suatu perkembangan yang memiliki tahapan sama untuk semua anak, meskipun kecepatan tiap anak untuk mencapai tahapan tersebut berbeda
3)      Maturity (kematangan), yakni suatu perkembangan yang ada pada peserta didik yang dipengaruhi oleh perkembangan sel syaraf telah terbentuk semenjak anak lahir meskipun proses mielinasinya masih terus berlangsung sampai beberapa tahun kemudian
4)      From general to spesific process (proses dari umum ke khusus), yakni suatu perkembangan yang dimulai dari gerak yang berisfat umum kepada gerak yang bersifat khusus
5)      Dari gerak refleks bawaan ke arah terkoordinasi, yakni suatu perkembangan yang dimiliki peserta didik yang dimulai dari gerak refleks bawaan yang dibawa sejak lahir ke dunia kepada aneka gerak yang terkoordinasi dan bertujuan
6)      Chepalo-caudal direction, yakni suatu perkembangan yang ditandai dengan bagian yang mendekati kepala berkembang lebih cepat daripada bagian yang mendekati ekor
7)      Proximo-distal, yakni suatu perkembangan yang ditandai dengan bagian yang mendekati sumbu tubuh berkembang lebih dahulu daripada yang lebih jauh
8)      From bilateral to crasslateral coordinate , yakni suatu perkembangan yang dimulai dari koordinasi organ yang sama berkembang lebih dahulu sebelum bisa melakukan koordinasi organ bersilangan

    V.            Teori Perkembangan Biologis Peserta Didik
Teori ini banyak dikemukakan oleh para ahli seperti Aristoteles, Kretsmer, dan Sigmud Freud.
1)      Aristoteles dan Kretsmer melihat perkembangan peserta didik lebih pada tahap-tahap perkembangan fisik
2)      Sigmud Freud melihat pengaruh perkembangan peserta didik terhadap tahap-tahap perubahan perilaku libido seksual (psikoseksual).
Perkembangan peserta didik menurut Sigmud dimulai dari sejak lahir sampai kira-kira umur 5 tahun melewati fase yang teridentifikasi secara dinamik. Selanjutnya berkembang sampai umur 12/13 tahun mengalami masa stabil yaitu fase laten. Dinamika mulai bergejolak ketika masa pubertas datang sampai umur 20 tahun, kemudian berlanjut pada masa kematangan.

 VI.            Teori Perkembangan Intelektual Peserta Didik
Salah satu teori yang terkenal dikemukakan oleh Jean Piaget (1896-1980)
Piaget mengemukakan tahap-tahap yang harus dilalui seorang anak dalam mencapai tingkatan perkembangan proses berpikir formal. Menurut teori ini, perkembangan intelektual peserta didik melalui tahap-tahap, dan setiap tahap perkembangan dilengkapi dengan ciri-ciri tertentu dalam mengkonstruksi ilmu pengetahuan.
            Menurut Jean Piaget, pengetahuan yang didapat oleh peserta didik dibangun melalui proses asimilasi & akomodasi .
Perkembangan intelektual peserta didik berlangsung dalam empat tahap, yaitu :
1)   Tahap sensori motor
2)   Tahap pra-operasional
3)   Tahap operasional kongkrit
4)   Tahap operasional formal

VII.            Teori Perkembangan Sosial Peserta Didik
Salah satu tokoh yang merumuskan teori perkembangan sosial peserta didik adalah Erik Erikson, yang membagi tahap perkembangan menjadi 8, yaitu :
1)   Umur 0,0 – 1,0 tahun, fase perkembangan Trust vs Mistrust
2)   Umur 2,0 – 3,0 tahun, fase perkembangan Autonomy vs Shame
3)   Umur 4,0 – 5,0 tahun, fase perkembangan Inisiative vs Guilt
4)   Umur 6,0 – 11, 0 tahun, fase perkembangan Industry vs Inferiority
5)   Umur 12,0 – 18/ 20 tahun, fase perkembangan Ego-identity vs Role on Fusion
6)   Umur 18/19 – 30 tahun, fase perkembangan Intimacy vs Isolation
7)   Umur 31 – 60 tahun, fase perkembangan Generativity vs Stagnation
8)   Umur 60 ke atas tahun, fase perkembangan Ego Integrity vs Putus asa
VIII.            Teori Perkembangan Mental Peserta Didik
Tokoh pencetusnya adalah Lev Vygotsky, berpendapat bahwa apa yang diketahui siswa bukanlah hasil kopi dari apa yang mereka temukan di dalam lingkungan, tetapi sebagai hasil dari pikiran dan kegiatan siswa sendiri melalui bahasa.
 Lev Vygotsky mengutarakan 2 konsep dalam pembelajaran;
1)      Zone of Proximal Pevelopment (ZPD)
Pembelajaran terjadi apabila anak bekerja atau menangani tugas-tugas yang belum dipelajari namun tugas-tugas itu berada dalam tingkat perkembangan sedikit diatas tingkat perkembangan seseorang saat itu.
2)      Scaffolding
Memberikan kepada siswa sejumlah besar bantuan selama tahap-tahap awal pembelajaran, kemudian mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak tersebut mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia dapat melakukannya.

 IX.            Teori Perkembangan Moral Peserta Didik
     Istilah moral berasal dari bahasa Latin mores yang berarti adat istiadat, kelakuan tabiat , akhlak, ajaran tentang kesusilaan dan tata cara dalam kehidupan.
 John Dewey membagi perkembangan moral peserta didik menjadi 3 tahap perkembangan :
1)      Premoral
Tingkah laku seseorang didorong oleh desakan yang bersifat fisikal atau sosial.
2)      Conventional
Seseorang mulai bisa menerima nilai dengan sedikit kritis berdasarkan kepada kriteria kelompoknya.
3)      Autonomous
Seseorang mulai bisa berbuat atau bertingkah laku sesuai dengan akal pikiran dan pertimbangan dirinya.
Jean Piaget membagi tahap-tahap perkembangan peserta didik menjadi 3 tahapan;
1)   Non-morality
Tahapan dimana anak belum memiliki atau belum mengenal moral. Tahapan ini usia anak masih dibawah 4 tahun.
2)        Heteronomous
Dimana anak sudah mulai meneriam dan memiliki aturan begitu saja dari orang lain  yang dipandang tidak bisa diubah.
3)        Autonomous
Dimana pada tahap ini peraturan dipandang sebagai persetujuan bersama secara timbal balik, dapat dipelihara dan diubah sesuai kebutuhan kolektif.

    X.            Tipologi Kepribadian Peserta Didik
Untuk menganalisa kepribadian peserta didik, Henry Alexander Muray mengemukakan suatu teori “Thematic Apperception Test”(TAT), yaitu metode penyelidikan melaui alam bawah sadar seseorang.
Henry Alexander Muray membagi tipe kepribadian peserta didik khususnya anak usia dini menjadi beberapa macam, yaitu:
1)      Autonomy, yaitu tipe kepribadian peserta didik yang ditandai dengan keingan melakukan sesuatu secara sendiri, tidak senang dibantu orang lain, tidak senang disuruh-suruh.
2)      Affiliation, yaitu tipe kepribadian peserta didik yang ditandai dengan senang bersama anak lain, suka bersahabat, suka memperbanyak teman, saling membutuhkan dengan teman dan sahabatnya.
3)      Succurance, yaitu tipe kepribadian peserta didik yang ditandai dengan selalu manja, ingin orang lain membantunya, ingin selalu minta tolong.
4)      Nurturrance, yaitu tipe kepribadian peserta didik yang ditandai dengan sikap pemurah yakni senang memberi kepada teman, senang meminjami, selalu membagi-bagi apa yang dimiliki kepada temannya.
5)      Agression, yaitu tie kepribadian peserta didik yang ditandai dengan sikap-sikap agresif, mudah tersinggung dan marah, jika diganggu akan menyerang balik dengan keras bahkan berlebihan.
6)      Dominance,  yaitu tie kepribadian peserta didik yang ditandai dengan ingin menguasai atau mengatur teman, ingin tampil menonjol, ingin menjadi ketua kelas atau pengurus kelas.
7)      Achievement, yaitu tie kepribadian peserta didik yang ditandai dengan semangat kerja yang tinggi untuk berprestasi, ingin bisa melakukan suatu karya, tugas-tugas di sekolah dikerjakan sungguh-sungguh dan cenderung tak mau dibantu.

 XI.            Kecerdasan Ganda Peserta Didik
Menurut Gardner, kecerdasan adalah kapasitas yang dimiliki seseorang untuk menyelesaikan masalah-masalah dan membuat cara penyelesaiannya dalam konteks yang beragam dan wajar. Selama ini skala kecerdasan hanya dilihat pada skala kecerdasan tunggal, skala ini kurang dapat meramalkan kinerja yang sukses untuk masa depan seseorang.
Kecerdasan seseorang bersifat ganda yang meliputi unsur-unsur sebagai berikut;
1)      Kecerdasan matematik
Kemampuan akal peserta didik untuk menggunakan angka-angka secara efektif dan berpikir secara nalar.
2)      Kecerdasan lingual
Kemampuan akal peserta didik untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun dalam bentuk tulisan.
3)      Kecerdasan musikal
Kemampuan yang dimiliki peserta didik untuk mempersepsikan, mendiskriminasikan, mengubah, dan mengekspresikan bentu-bentuk musik.
4)      Kecerdasan visual–spasial
Kemampuan peserta didik untuk menangkap dunia ruang-visual secara akurat dan melakukan perubahan-perubahan terhadap persepsi tsb.
5)      Kecerdasan kinestetik
Kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam menggunakan seluruh tubuhnya untuk mengekspresikan ide dan perasaan atau menggunakan kedua tangan untuk menghasilkan dan mentransformasikan sesuatu.
6)      Kecerdasan interpersonal
Kemampuan yang dimiliki peserta didik untuk mempersepsikan dan menangkap perbedaan-perbedaan mood, tujuan, motivasi, dan perasaan-perasaan orang lain.
7)      Kecerdasan intrapersonal
Kemampuan menyadari diri dan mewujudkan keseimbangan mental-emosional dalam diri peserta didik untuk bisa beradaptasi sesuai dengan dasar dari pengetahuan yang dimiliki.
8)      Kecerdasan natural
Kemampuan yang dimiliki peserta didik untuk peka terhadap lingkungan alam, misalnya senang berada di lingkungan alam yang terbuka.

XII.             Peserta Didik Berbakat
Setiap diri peserta didik memiliki bakat dan minat. Bakat merupakan suatu kelebihan yang dimiliki oleh peserta didik yang mengarah pada aneka kemampuan, sedangkan minat adalah keinginan yang berasal dari dalam diri peserta didik terhadap obyek atau aktivitas tertentu.





Sumber : Siwoyo Dwi, dkk. 2007. Ilmu Pendidikan. Yogyakarta : UNY Press.

No comments:

Post a Comment